Saturday, February 27, 2016

"Dakwah/ceramah karena Upah/Imbalan"

Dakwah itu Kewajiban Bukan Pekerjaan!


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ




Pertama-tama kita ketahui pengertian dari dakwah. Dakwah (Arab: دعوة‎, da‘wah; "ajakan") adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allahsesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakanmasdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Seruan untuk berdakwah 
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah DARIKU (yakni dari Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam) walau hanya satu ayat” [HR Al-Bukhari]

Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad  mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalahnabi  adalah kaisar Heraklius dariByzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dariPersia (Iran) dan Raja Najasyi dariHabasyah (Ethiopia).

Maka berdasarkan tujuan dari dakwah yang mengajak pada kebenaran dan seruan berdasarkan hadits diatas, ada kewajiban dari kita umat muslim untuk berdakwah. Adapun sebagian kecil dari kita memanfaatkan tujuan dari dakwah tersebut dan menjadikan keuntungan tersendiri. Dimana suatu amalan shalih seperti itu dimanfaatkan untuk tujuan memperkaya diri atau tujuan laninnya yang tidak diajarkan oleh Rasul Allah Muhammad SAW.

Mari kita lihat ayat-ayat yang merujuk akan dilarangnya mendapatkan upah dari dakwah, yang diperintahkan kepada nabi-nabi dan Rasul Allah.

Nabi Muhammad Saw ;
Surat Al-An'ām ayat 90 :
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an)." Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.

Surat Al-Mu'minūn ayat 72 :
أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik.

Surat Al-Furqān ayat 57 :
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا
Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."

Surat Asy-Syūrā ayat 23 :
ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.

Surat A -Tūr ayat 40 :
أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?

Nabi Nuh AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 109 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,

Nabi Hud AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 127 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Nabi Shaleh as ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 145 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Nabi Luth AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 164 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Nabi Syu'aib AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 180 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.


Saudaraku yang dirahmati Allah Ta'ala, berdasarkan ayat-ayat diatas maka sudah dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya cukup dari Allah lah imbalan itu. 


  اَللّٰهُ أَعْلَم         

Friday, February 26, 2016

Anjuran, pahala, dan orang yang menerima sedekah menurut Islam

Hukum Bersedekah dan Siapa Saja Penerima Sedekah       Menurut Islam

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

        


Sedekah (Shadaqah) adalah salah satu kata yang tidak asing ditelinga umat Islam. Banyak anjuran dan ajakan dari orang tua, saudara, teman, bahkan dari orang yang tidak kita kenal. Mari terlebih dahulu kita mengenal arti dari sedekah (Bahasa Arab:صدقة; transliterasi: sadakah) adalah pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. 

1. Anjuran Bersedekah

Surat Al-Baqarah : 271
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Surat Al-Baqarah : 280
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Surat Al-Mujādalah : 12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَةً ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۚ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Surat Al-Mujādalah : 13
أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَاتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan Rasul? Tetapi jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepadamu, maka laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya! Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


2. Bersedekah Sesuai Kemampuan

Surat At-Taubah : 79
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

3. Pahala Bersedekah

Surat Al-Ahzāb : 35
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Surat Yūsuf : 88
فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, "Wahai Al 'Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah."

Surat Al-Baqarah : 268
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.


4. Sedekah Harus Ikhlas

Surat Al-Baqarah : 263
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.

5. Sedekah lainnya selain sedekah harta

● Tasbih, Tahlil, dan Tahmid
● Amar Ma'ruf Nahi Munkar
● Hubungan Intim Suami Istri
● Bekerja dan Memberi Nafkah Kepada Sanak Keluarga
● Membantu Urusan Orang
● Mendamaikan Dua Pihak Yang Berselisih
● Menjenguk Orang Sakit
● Berwajah Manis atau Memberikan Senyuman
● Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
● Dan lain sebagainya

6. Orang-orang yang harus Disedekahi / Penerima Sedekah

Surat Al-Baqarah : 177
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Jika diruntut berdasarkan ayat diatas maka penerima sedekah adalah :
1. Kerabat
2. Anak Yatim
3. Orang-orang Miskin
4. Orang-orang yang dalam perjalanan (Musafir)
5. Peminta-minta
6. Memerdekakan Hamba Sahaya

Allahu 'alam




































Thursday, February 25, 2016

Selain zakat, siapa yang mempunyai hak atas hartaku?

Siapa Orang Yang Berhak Atas Hartaku?




لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



Saudaraku yang dirahmati Allah Ta'Ala, harta adalah salah satu rizki dari Allah yang diberikan kepada kita. Rizki bisa dalam bentuk apapun karena konsep rizki adalah segala bentuk pemberian dari Allah, baik yang lahir ataupun yang bathin. Rizki harta yang Allah berikan kepada haruslah kita syukuri dan kita tunaikan hak dan kewajiban rizki tersebut. Dalam bahasan ini kita hanya akan membatasi pada hak rizki tertentu (tidak secara keseluruhan). 

Bagi sebagian orang yang Allah Ta'Ala limpahkan rizki harta kepadanya kadang masih banyak yang belum mengerti, bahwa harta yang Allah titipkan kepadanya ada hak orang lain pada harta itu. Itulah pokok bahasan kita pada kesempatan ini. Siapa saja orang yang mempunyai hak atas harta yang Allah berikan kepada kita :

  1. Hak Kerabat
  2. Hak Anak Yatim
  3. Hak Fakir Miskin
  4. Hak Ibnu Sabil (musafir yang terputus bekalnya sehingga tidak bisa pulang ke tempat tinggalnya.


Adapun dalil yang memperkuat landasan tersebut adalah berdasarkan Firman Allah :


Surat Al-Baqarah ayat 177 :


لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."


Surat Al-Mu'minūn ayat 8 :

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,"


Surat Al-Ahzāb 72 :


إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh, "


Surat Al-Ahzāb ayat 73 :

لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
"sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."


Surat Al-Ma'ārij ayat 32 :

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
"Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya, "


Surat Al-Ma'ārij ayat 35 :

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ
"mereka itu dimuliakan di dalam surga. "


Adapun hadits yang ikut memperkuat salah satunya adalah :

Dari Fathimah binti Qais, Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda : " Ssesungguhnya pada harta ada kewajiban/hak selain zakat."
(H.R Tirmidzi)



Wednesday, February 24, 2016

Etika Berpakaian Dalam Islam (Perempuan dan hijab)

Etika Berpakaian Dalam Islam (Perempuan dan hijab)


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 


Saudariku seagama yang dirahmati Allah, pakaian merupakan salah satu bagian terpenting dalam agama ini. Allah Ta'ala memberikan tata cara dan etika langsung mengenai pakaian, dimana terdapat banyak dari saudari kita belum tahu dan mengerti dari etika berpakaian dalam Islam. Pakaian dapat menjadi identitas yang dengan mudah dapat langsung dikenali oleh pemakainya. Setiap agama dan bahkan suku bangsa, kaum, organisasi, bahkan sekolahpun tentulah mempunyai identitas dan etika berpakaian tersendiri. Maka perempuan muslimpun memiliki etika dan ciri khas tertentu dalam berpakaian. Islam menuntut agar perempuan dari agama ini untuk selalu menutup aurat dengan pakaian. Dengan tertutupnya aurat kita, InsyaAllah kita memiliki kedudukan yang terhormat dihadapan Allah Ta'ala dan juga dihadapan masyarakat luas. Syarat yang harus dipenuhi dalam berpakaian adalah :


1. Pakaian Takwa

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 26 :

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat. "

Jadi berdasarkan ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah telah menyediakan pakaian yang berfungsi sebagai penutup aurat dan pakaian juga sebagai perhisaan. Dan yang paling penting dalam ayat tersebut adalah sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian takwa. Maka kita harus mengenali makna dari pakaian takwa yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya tersebut. Makna Libas, Labus, dan Labs ialah sesuatu yang dipakai (pakaian), seperti firman《...qad anzalna 'alaikum libasay yuwari sauatikum... (...kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu...)》. Kata Libas digunakan untuk menunjukkan makna sesuatu yang menutupi manusia dari kejelekan. Semua dijadikan pakaian bagi istrinya karena dapat mencegah dari perbuatan jelek. Demikian pula istri adalah pakaian. Allah berfirman, 《...Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka...》. (QS Al-Baqarah, 2 : 187). Kemudian takwa dijadikan pakaian dalam ungkapan Tamsil dan Tasybih (penyerupaan). Berdasarkan pada tafsir jalalain (Dan pakaian takwa) yakni amal saleh dan akhlak yang baik; dengan dibaca nashab karena diathafkan kepada lafal libaasan, dan dibaca rafa' sebagai mubtada sedangkan khabarnya ialah jumlah berikut ini (itulah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah) bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya (mudah-mudahan mereka selalu ingat) kemudian mau beriman; di dalam jumlah ini terkandung iltifat atau kata sindiran terhadap mukhathab atau orang yang diajak bicara.

2. Pakaian yang menutup aurat dan berjilbab

Fiman Allah dalam surat An-Nūr ayat 31 :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

Firman Allah surat Al-Ahzāb ayat 59 :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Jadi itulah dua etika utama dalam berpakaian dalam islam. Haruslah bertakwa pada Allah Ta'ala dan menutup aurat (tidak ketat, tidak transparan, dan jangan berlebihan).




LGBT (LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER) Dalam Pandangan Islam

LGBT (LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER) Dalam Pandangan Islam


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 




Maraknya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) banyak membuat pertanyaan diantara golongan masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang beragama maupun yang tidak beragama menolak akan hadirnya LGBT yang dilakukan secara terang-terangan. Dan sebagian golongan masyarakat ada juga yang mendukung gerakan dan pengakuan LGBT. Jika kita perhatikan semua agama pastinya akan menolak dengan perilaku LGBT. Terlepas dari agama-agama yang lain, kita sebagai umat Islam dimana pemeluk agama Islam ini adalah pemeluk agama terbesar di Indonesia harus menolak akan dan mengingatkan saudara kita dari golongan LGBT. Kita diwajibkan untuk menolak melakukan kegiatan LGBT jika kita mengakui agama kita adalah Islam.

LGBT dalam pandangan Islam akan kita coba urai sekarang, dan bagaimana tugas kita sebagai umat Islam terhadap golongan LGBT.
Lesbian, gay, dan biseksual berdasarkan dari ayat Al-Quran dari surat Al-A'raf ayat 80 sampai ayat 81, surat An-Nisa' ayat 16, sudah sangat jelas bahwa hubungan sejenis dan serupa dengan itu hukumnya adalah haram. Dan karena penyimpangan kaum sodom itu maka Allah Ta'ala mengutus nabi luth untuk memperbaiki akhlak dan kelakuan yang menyimpang tersebut. Cukuplah saudaraku kalian melakukan perbuaran keji tersebut jika kalian adalah orang yang beriman kepada Allah. Wajib bagi kita untuk selalu mngingatkan akan penyimpangan tersebut dan wajib bagi kita untuk berhujjah berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits agar tidak ada asumsi dan pemikiran yang menyimpang.

Ajarkanlah keluarga dan anak-anak kita mengenai kebenaran akan posisi LGBT dimata Islam, dimana perilaku itu sebenarnya adalah penyimpangan dan bukan hak asasi manusia. 

Uraian ayat-ayat Al-Quran :

Surat Al-A'raf ayat 80 :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (Kami juga telah mengutus) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).

Surat Al-A'raf ayat 81 :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."

Surat An-Nisa ayat 16 :

وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا ۖ فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.

Berdasarkan ayat-ayat diatas maka adanya kewajiban bagi kita umat Islam untuk menolak dan mengajak mereka kembali kepada jalan yang di ridhai Allah.

Bagaimana dengan Transgender dalam pandangan Islam berdasarkan surat An-Nisa ayat 119, dimana yang menyuruh untuk merubah/mengubah ciptaan Allah adalah setan, berarti kita diharamkan memenuhi ajakan setan dan diharamkan pula merubah ciptaan-Nya.

Surat An-Nisa ayat 119 :

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya)." Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.

Beradasarkan pada hadits riwayat ahmad dengan musnad Jabir bin Abdullah binAmru bin Haram, bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan :
"Setiap majlis (perkumpulan) harus dipatuhi kecuali tiga majlis : majlis yang digunakan untuk menumpahkan darah yang haram, majlis yang digunakan untuk menghalalkan kemaluan yang haram (zina, homoseks, lesbian), dan majlis yang digunakan untuk menghalalkan harta orang lain yang bukan haknya."

Jadi kesimpulannya adalah bahwa LGBT baik perorangan ataupun berkelompok hukumnya haram. Tidak ada alasan untuk mereka mengatakan bahwa penyimpangan itu adalah hak asasi manusia. Karena telah jelas hak manusia dari Tuhannya yaitu melakukan hubungan intim dengan lawan jenis dan dalam tali perkawinan yang sah dan cara yang benar sesuai kaidah Islam. Jadi wajib bagi kita untuk meluruskan pola pikir dan penyimpangan dari golongan LGBT itu. Jangan sampai generasi Islam sekarang dan seterusnya mentoleransi akan adanya golongan tersebut. Semoga Allah memberikan kita jalan yang lurus, amien ya Rabbal alamin.




Tuesday, February 23, 2016

Mengenal Rukun Iman berdasarkan Ayat Al-Quran dan Hadits

Mengenal Rukun Iman (Dasar)

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 




Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, marilah kita mengenal lebih dekat rukun-rukun yang ada didalam agama kita yaitu agama Islam yang Allah SWT Ridhai, dan kali ini kita akan membahas salah satu dari rukun-rukun yang ada yaitu rukun iman. Rukun iman merupakan suatu rukun yang menjadi dasar dan sanggaan dalam Islam. Kita akan coba mengenal rukun iman berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadits.


Adapun pengertian rukun adalah ketentuan yang harus dipenuhi, dalam melakukan suatu pekerjaan/ibadah. Bila tidak terpenuhi maka ibadah/pekerjaan tersebut tidak sah.


Pengertian iman adalah (bahasa Arab:الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'. berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.


Rukun iman terbagi menjadi 6 (enam), yaitu :

1. Iman kepada Allah Ta'ala.

2. Iman kepada malaikat-malaikat Nya

3. Iman kepada kitab-kitab Nya

4. Iman kepada para nabi dan rasul-Nya

5. Iman kepada hari kiamat

6. Iman kepada qadha dan qadar, yang baik ataupun yang buruk


◇ Hadits yang Menjelaskan Tentang Rukun Iman

Hadits yang mendasari adanya rukun iman ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Haditsnya cukup panjang jadi akan dicantumkan sebagian saja.


فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره


Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikatNya, segala kitabNya, dan RasulNya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk.(H.R. Imam Muslim).

Dan masih ada banyak lagi hadits yang mendukung mengenai rukun iman.


◇ Ayat-ayat Al-Quran mengenai rukun iman :

Al-Baqarah ayat 177


لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ


Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.


Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat mengenai rukun iman itu sendiri. InsyaAllah pada tulisan berikutnya kita akan lebih merinci dan memaknai akan makna dan arti rukun iman dan penjelasan lebih jauh lagi dari setiap rukun-rukunnya. Semoga tulisan yang sangat sederhana ini dapat menjadi pengingat dan penambah keimanan kita bahwa memang rukun iman itu berdasarkan dari Ayat Al-Quran dan hadits sebagai pendukungnya.