Wednesday, February 24, 2016

Etika Berpakaian Dalam Islam (Perempuan dan hijab)

Etika Berpakaian Dalam Islam (Perempuan dan hijab)


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 


Saudariku seagama yang dirahmati Allah, pakaian merupakan salah satu bagian terpenting dalam agama ini. Allah Ta'ala memberikan tata cara dan etika langsung mengenai pakaian, dimana terdapat banyak dari saudari kita belum tahu dan mengerti dari etika berpakaian dalam Islam. Pakaian dapat menjadi identitas yang dengan mudah dapat langsung dikenali oleh pemakainya. Setiap agama dan bahkan suku bangsa, kaum, organisasi, bahkan sekolahpun tentulah mempunyai identitas dan etika berpakaian tersendiri. Maka perempuan muslimpun memiliki etika dan ciri khas tertentu dalam berpakaian. Islam menuntut agar perempuan dari agama ini untuk selalu menutup aurat dengan pakaian. Dengan tertutupnya aurat kita, InsyaAllah kita memiliki kedudukan yang terhormat dihadapan Allah Ta'ala dan juga dihadapan masyarakat luas. Syarat yang harus dipenuhi dalam berpakaian adalah :


1. Pakaian Takwa

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 26 :

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat. "

Jadi berdasarkan ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah telah menyediakan pakaian yang berfungsi sebagai penutup aurat dan pakaian juga sebagai perhisaan. Dan yang paling penting dalam ayat tersebut adalah sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian takwa. Maka kita harus mengenali makna dari pakaian takwa yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya tersebut. Makna Libas, Labus, dan Labs ialah sesuatu yang dipakai (pakaian), seperti firman《...qad anzalna 'alaikum libasay yuwari sauatikum... (...kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu...)》. Kata Libas digunakan untuk menunjukkan makna sesuatu yang menutupi manusia dari kejelekan. Semua dijadikan pakaian bagi istrinya karena dapat mencegah dari perbuatan jelek. Demikian pula istri adalah pakaian. Allah berfirman, 《...Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka...》. (QS Al-Baqarah, 2 : 187). Kemudian takwa dijadikan pakaian dalam ungkapan Tamsil dan Tasybih (penyerupaan). Berdasarkan pada tafsir jalalain (Dan pakaian takwa) yakni amal saleh dan akhlak yang baik; dengan dibaca nashab karena diathafkan kepada lafal libaasan, dan dibaca rafa' sebagai mubtada sedangkan khabarnya ialah jumlah berikut ini (itulah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah) bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya (mudah-mudahan mereka selalu ingat) kemudian mau beriman; di dalam jumlah ini terkandung iltifat atau kata sindiran terhadap mukhathab atau orang yang diajak bicara.

2. Pakaian yang menutup aurat dan berjilbab

Fiman Allah dalam surat An-Nūr ayat 31 :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

Firman Allah surat Al-Ahzāb ayat 59 :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Jadi itulah dua etika utama dalam berpakaian dalam islam. Haruslah bertakwa pada Allah Ta'ala dan menutup aurat (tidak ketat, tidak transparan, dan jangan berlebihan).




No comments:

Post a Comment