Saturday, February 27, 2016

"Dakwah/ceramah karena Upah/Imbalan"

Dakwah itu Kewajiban Bukan Pekerjaan!


لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ




Pertama-tama kita ketahui pengertian dari dakwah. Dakwah (Arab: دعوة‎, da‘wah; "ajakan") adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allahsesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakanmasdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Seruan untuk berdakwah 
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah DARIKU (yakni dari Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam) walau hanya satu ayat” [HR Al-Bukhari]

Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad  mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja yang mendapat surat atau risalahnabi  adalah kaisar Heraklius dariByzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dariPersia (Iran) dan Raja Najasyi dariHabasyah (Ethiopia).

Maka berdasarkan tujuan dari dakwah yang mengajak pada kebenaran dan seruan berdasarkan hadits diatas, ada kewajiban dari kita umat muslim untuk berdakwah. Adapun sebagian kecil dari kita memanfaatkan tujuan dari dakwah tersebut dan menjadikan keuntungan tersendiri. Dimana suatu amalan shalih seperti itu dimanfaatkan untuk tujuan memperkaya diri atau tujuan laninnya yang tidak diajarkan oleh Rasul Allah Muhammad SAW.

Mari kita lihat ayat-ayat yang merujuk akan dilarangnya mendapatkan upah dari dakwah, yang diperintahkan kepada nabi-nabi dan Rasul Allah.

Nabi Muhammad Saw ;
Surat Al-An'ām ayat 90 :
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an)." Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.

Surat Al-Mu'minūn ayat 72 :
أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Atau engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik.

Surat Al-Furqān ayat 57 :
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا
Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."

Surat Asy-Syūrā ayat 23 :
ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.

Surat A -Tūr ayat 40 :
أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?

Nabi Nuh AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 109 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,

Nabi Hud AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 127 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Nabi Shaleh as ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 145 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Nabi Luth AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 164 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Nabi Syu'aib AS ;

Surat Asy-Syu'arā ayat 180 :
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.


Saudaraku yang dirahmati Allah Ta'ala, berdasarkan ayat-ayat diatas maka sudah dapat kita simpulkan bahwa sesungguhnya cukup dari Allah lah imbalan itu. 


  اَللّٰهُ أَعْلَم         

No comments:

Post a Comment